Senandung Doa Dalam Tasbih Cinta (ST)


Gemerlap bintang masih bertaburan di langit luas bagaikan bunga-bunga api yang menyala bersinar indah, cahaya bulan masih terang benderang seakan memamerkan keindahan dan pesonanya yang sangat menakjubkan. Pepohonan melambai-lambai dengan perlahan. Embunpun sudah membasahi setiap helai dedaunan.

Semesta alam bertasbis memuji Asma-Nya. lantunan ayat-ayat Allah bersenandung ramai, Kumandang adzan shubuh mulai bergema saling bersahutan dari setiap pelosok nusantara, tak mau kalah kokok ayam jantan pun bersahutan pula, aku lasngsung terjaga dari tidurku,

“astaghfirullah..” biasanya sebelum adzan shubuh aku sudah bangun, segera kubasuh wajahku dengan whudu’,

“Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahuu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhuu. Allaahummaj’alnii minat-tawwabiina waj’alnii minalmutathahhiriina, astaghfiruka waatuubu ilayka” kuakhiri dengan do’a.

Kuraih mukenah putihku, setelah beristighfar kuangkat takbir dan shalat sunnah dua rakaat sebelum shubuh pun kulaksanakan.

Dahulu, sebelum ayah meninggal, ia yang selalu membangunkanku dan mengingatkanku untuk selalu shalat sunnah sebelum shubuh. Sampai sekarang Alhamdulillah amalan itu selalu kulaksanakan. Insya Allah.

Aku masih sangat ingat kata-kata, ayah,

“diantara shalat-shalat sunnah, ada shalat sunnah yang memiliki keutamaan yang tak ternilai harganya. Dua rakaat yang memiliki keutamaan, sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya. Sebuah amalan ringan, namun sarat pahala, yang tidak selayaknya disepelekan seorang hamba. Amalan tersebut adalah dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh atau disebut juga shalat sunnah fajar.

Dikisahkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata :

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah melakukan satu shalat sunnah pun yang lebih beliau jaga dalam melaksanakannya melebihi dua rakaat shalat sunnah subuh.” (HR Bukhari 1093 dan Muslim 1191)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan : “ Ketika safar (perjalanan), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap rutin dan teratur mengerjakan shalat sunnah fajar dan shalat witir melebihi shalat-shalat sunnah yang lainnya. Tidak dinukil dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melaksankan shalat sunnah  rawatib selain dua shalat tersebut selama beliau melakukan safar” kata ayah menjelaskan.

“Keutamaan shalat sunnah subuh secara khusus juga disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

 “Dua rakaat shalat sunnah shubuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim 725).” Lanjut ayah lagi menjelaskan panjang lebar.

suatu  keutamaan yang sangat agung yang merupakan karunia Allah bagi hamba-hamba-Nya. Tidak selayaknya seorang hamba melewatkan kesempatan untuk dapat meraihnya.

Alhamdulillah, usai salam, shalat fardhu subuh langsung saja kutunaikan, disujud terakhir seperti biasa kupanjatkan do’a kepada Ia sang Maha Kuasa yang hidup matiku ada digenggaman-Nya,

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang baik kepada-MU, menurut ilmu-MU, dan aku memohon kepastian dengan kekuasaan-MU yang Agung, karena sesungguhnya Engkaulah yang berkuasa, sedangkan aku tidak dapat berbuat apa-apa, Engkaulah Tuhan yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang masih tersembunyi, sedangkan aku tiada mengetahuinya,

Ya Allah, jika sekiranya Engkau mengetahui bahwa persoalan ini baik untukku, baik bagi agama dan kehidupanku serta baik pula akibatnya bagiku, maka tetapkanlah dan mudahkanlah, dan berikanlah keberkahan bagiku,

Dan sekiranya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hal ini tidak baik bagiku, bagi agamaku, bagi penghidupanku, juga tidak baik pula akibatnya bagi diriku, maka jauhkanlah hal ini dari diriku, dan jauhkanlah diriku daripadanya. Dan berikanlah kebaikan dimana saja aku berada, jadikanlah diriku orang yang rela atas anugrah-Mu.

Tuntunlah kami selalu dijalan-Mu, limpahkanlah kasih sayang-Mu, dengan kasih sayang yang tiada akhir. Lembutkan hati kami dengan kelembutan kasih sayang-Mu, redakanlah perpecahan diantara kami, agar kami bisa saling memahami bahwa sesungguhnya muslim itu bersaudara, sebagaimana yang diibaratkan baginda Rasulullah, bagaikan satu batang tubuh, yang apabila satu anggota tubuh terlukan maka anggota tubuh yang lain juga merasakan hal yang sama,

Lembutkan hati Kami ya Rabb…, lapangkanlah jalan kami dan terangilah dengan cahaya-Mu yang tak pernah redup.., lapangkanlah dada kami dengan limpahan iman dan keindahan tawaqal pada-Mu, hidupkanlah dengan Ma’rifat-Mu  dan matikanlah dalam keadaan khusnul Khotimah di jalan-Mu.., Ampunilah diri kami yang tak berharga ini, ampunkan kekhilapan kami, Penuhilah kelemahan kami dengan keindahan maghfiroh-Mu”

“Mas rahman, tak pernah kah kau merasakan setiap lantunan doaku untukmu?. Ya Allah lembutkan hati kami, berilah kami kesabaran, kerendahan hati dan kesantunan kata, agar kami tak saling menyakiti satu sama lain, perbaikilah silaturahim kami ya Rabbi, jangan kau biarkan kami berlarut dalam keadaan seperti ini, jangan pernah tinggalkan kami dalam kondisi apapun, aku yakin Kau selalu bersama kami” bisikku dalam hati.

Air mataku tak dapat kubendung, ia meleleh begitu saja bak anak sungai yang mengalir deras. Beberapa hari ini banyak permasalahan silih berganti yang kuhadapi, semoga Allah memberi kekuatan padaku untuk menghadapi semua ini.

Ikhlas memang sangat mudah untuk diucapkan tapi sangat sukar untuk dilalui. karena itu, ia memerlukan satu proses yang panjang sehingga dapat membimbing kita pada sebuah keikhlasan.

Ketika sebuah cita-cita berakhir dengan kekecewaan dan kegagalan. Ketika impian hanya tinggal kenangan, maka tidak mudah untuk menerima pahitnya kenyataan, bahkan mungkin sangat sukar untuk kita menerimanya. Hari demi hari dilalui dengan kesedihan bahkan dengan airmata.

Di kesunyian dan keheningan malam, kita menangis di hadapan-Nya bukan untuk menyesali apa yang terjadi, tetapi menyesal kenapa kita belum dapat menjadi hamba-Nya yang             ikhlas   menerima kenyataan ini.

Tetapi itulah hidup. Adakalanya kita harus mengalami sesuatu yang pahit. Apa-apa pun yang terjadi itulah yang terbaik buat kita meskipun kita sedih, kecewa dan merasa tidak adil.

Kita hanya berusaha untuk ridha dengan semua ketentuan yang telah digariskan-Nya. Menerima apapun yang terjadi bukan berarti tidak berusaha untuk meraih sesuatu yang lebih baik. Tetapi berusaha untuk ikhlas dan menyerahkan semua ini kepada-Nya.

Ikhlas dapat menenangkan hati yang gelisah. karena dibalik kejadian ini pasti ada hikmahnya dan ia akan membimbing kita untuk menjadi seseorang yang kuat, sabar dan ikhlas dalam menjalani     hidup.

Ketika kita ikhlas dan bersyukur dengan semua yang diberikan, Allah akan memberikan ketenangan yang luar biasa pada hati kita. Sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan dan Dia akan memberikan jalan yang terbaik. Kita harus yakin bahwa rencana Allah itu lebih baik.

***

S

ubhanallah..indahnya langit ba’da shubuh ini, aku mengintip dari jendela kubuka daun pintu perlahan,

“Ya Allah, dengan kekuasaan-Mu aku masih bisa hidup sampai pagi. Dengan kekuasaan-Mu pula, Kau masih memberi aku kesempatan untuk menghirup segarnya udara pagi, dengan kekusaan-Mu mataku masih dapat melihat betapa indahnya langit diwaktu shubuh, dengan kekuasaan-Mu telingaku masih dapat mendengar merdunya gema adzan dari bait-Mu dan dengan kekuasaan-Mu bibirku masih dapat melantunkan ayat-ayat suci kalamullah”

Ibu, tak pernah lepas ku berdoa untukmu. Sering kudengar ibu sakit-sakitan membuatku gelisah dan tak tenang. Ibu tak pernah lepas kuberdo’a untukmu, kasihmu ibu sepanjang masa hidupku, andai saja sekarang ibu ada di dekatku pasti aku akan langsung memeluknya,aku ingin bermanja-manja dipangkuannya seperti masih kecil dulu, air mataku menetes sambil tersenyum sendiri mengingat masa-masa itu.

Tiba-tiba  Hp ku berbunyi tanda pesan masuk.

“ assalamu’alaikum, ukhti, ana hanya mengingatkan saja, insya Allah besok kita halaqoh dirumah ukhti wulan ya, semoga Allah memberi kemudahan bagi kita untuk mengejar dan mencari ilmu-Nya. Sampai ketemu besok. Syukron…”

 ternyata sms dari ummi Nurul, seperti biasa rutinitas untuk halaqoh setiap minggunya, pengajian yang biasanya kami lakukan setiap satu minggu sekali secara bergantian dari rumah ke rumah, alhamdulillah dengan ini ilmu selalu bertambah. Ilmu yang harus diaplikasikan dan harus diamalkan, tidak hanya sekedar teori saja tanpa pengamalan, jika ilmu tanpa pengamalan hasilnya sama saja dengan nol, ‘al ilmu bila amalin kasajari bila amalin’, yang artinya ilmu tanpa amal bagai pohon tanpa buah. Mudah-mudahan jangan sampai seperti itu.

Alhamdulillah selain ilmu bertambah, ukhuwah diantara kami juga semakin erat, insya Allah.

Mengingat ukhuwah diantara kami dalam pengajian semakin erat, aku tersenyum bahagia, sangat bahagia, karena inilah sesungguhnya yang diinginkan dan yang selalu dianjurkan oleh Baginda Rasulullah, untuk mempererat ukhuah dan menjaga silaturahim.

 Tapi entah kenapa aku teringat lagi hubungan silaturahimku dengan satu rekan kerja yang justru sebaliknya. Senyum bahagia tadi kini berubah menjadi raut wajah sedih, tak terasa air mataku meleleh,

Ya, namanya mas rahman, semalam kami bertengkar hebat lewat sms, ia berkali-kali mencelaku, tetapi ia hanya berani lewat sms, tidak berani mencela dan marah-marah langsung denganku secara tatap muka, aku juga tidak bisa membayangkan jika itu terjadi secara langsung.

“Robbi, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, lembutkanlah hatinya, santunkanlah kata-katanya, aku tidak kuat mendengar kata-katanya yang kasar, aku tidak tahan membaca kata-katanya yang sangat menyakitkan disetiap sms-sms nya. Ampunilah segala kekhilafan dan kelalaian kami dalam mengingat-Mu, sehingga hubungan silaturahim kami menjadi tidak baik seperti ini” bisikku dalam hati

Aku kembali teringat dengan kata-katanya yang menurutku sangat kasar,atau hanya persaanku saja, atau karena sifatku yang mudah sakit hati? Ah, ntahlah aku juga bingung dengan semua ini, entah apa yang terjadi pada kami. Aku tidak mengerti jalan pikirannya. Aku masih sangat ingat semua sms-sms nya semalam,

“Assalamu’alaikum, sudah shalat isya mas” tanyaku padanya dalam sms

“Wa’alaikumsalam, blm… jawabnya

Ya, pada awalnya kami hanya sms seperti biasa, tapi entah mengapa, mungkin karena dipikiranku selalu terngiang-ngiang kata-kata syerli, tiba-tiba aku mengeluarkan apa yang menjadi pikiranku

“ aku sudah tau semua tentangmu, dari apa yang aku dengar dari orang lain, aku tidak menyangka, aku kira selama ini orang-orang salah menilaimu, tapi ternyata penilaian mereka benar, sekarang aku benar-benar illfill sama kamu”  kataku padanya

“oh, bagus donk kalau kamu tau” balasnya

“percuma saja kamu berjilbab jika kamu suka mencari tahu tentang diri orang lain, ya sudah cari tau saja semua tentang diriku, buka lebar-lebar telinga kamu dan kalau perlu buka saja jilbab kamu biar kamu bisa mendengarnya dengan jelas”

Allahu ya Robbi, itulah salah satu sms-smsnya. Sangat dan sangat menyakitkan hatiku. Sampai tengah malam aku dengannya masih saja sms an,

“istighfar mas, sudahlah saya minta maaf, Baginda Rasulullah pasti sedih jika melihat kita seperti ini, dan setan juga pasti tertawa senang melihat kita seperti ini, karena ia berhasil menghasut kita, kita sudahi saja, saya benar-benar minta maaf, mungkin saya yang salah” balasku

“Rasulullah juga lebih sedih jika melihat ada seorang perempuan berjilbab tapi suka mencari tahu tentang diri orang lain. Sudahlah buka saja jilbabmu” balasnya

“ternyata ada ya, orang yang berjilbab tetapi suka mencari-cari tau tentang orang lain alias suka menggosip, buka saja jilbab kamu itu” katanya lagi

“sudahlah mas,kita sama-sama saling memaafkan saja, jangan sampai kita tidur malam ini dalam keadaan belum saling memaafkan”balasku

“kamu ngaca donk, emang siapa yang mulai dulu” balasnya

“saya minta maaf saya yang salah, coba mas berwhudu’ saja dulu, biar lebih tenang, saya juga sudah berwhudu’ alhamdulillah sudah lebih tenang, setan senang kalau melihat kita bertengkar”

“tolong maafkan saya, saya juga sudah memaafkan mas, meskipun mas tidak meminta maafku, semua kata-kata mas sebenarnya sungguh menyakitkan hatiku, tapi aku sudah memaafkannya, jadi aku mohon sebelum tidur maafkanlah aku, karena aku tidak akan dapat tenang untuk tidur jika belum kudapat maaf darimu”

 

Astaghfirullah, sampai sekarang ia belum memaafkanku. Ya Allah, kenapa begitu sulit ia memaafkanku, mengapa begitu keras hatinya ya Allah, lembutkanlah hatinya, santunkanlah kata-katanya.

Yang kutau dia adalah orang yang sangat baik, tidak banyak bicara tapi kerjanya tampak jelas. Banyak orang kudengar menceritakan kejelekan-kejelekannya, tapi aku tidak percaya, sampai pada suatu saat karena sahabatku satu kost mengetahui kedekatan kami, padahal aku sudah menutupinya, ia langsung menegurku, ia katakan padaku, jangan sampai aku berhubungan lagi dengannya,

“ nisa, aku sudah mengetahui hubungan kamu dengan mas Rahman, maaf bukannya aku ingin ikut campur dengan urusan kamu, tapi aku minta jauhilah dia, atau kau akan menyesal” aku kaget dengan apa yang keluar dari mulut syerli. Dia menatapku tajam, ia tampak serius sekali

“ dari mana kamu tau syer, itu tidak benar”

“sudahlah nis tak usah ditutup-tutupi lagi, tanpa sengaja aku mendengar pembicaraanmu dengannya ditelpon semalam, aku mendengar kau menyebutkan namanya, mungkin kau tidak sadar ketika menyebutkan namanya, tak sengaja juga sewaktu aku meminjam hp kamu, aku iseng-iseng baca-baca inbox, eh tenyata sms an kamu dengan mas rahman, pake kata-kata sayang lagi, hemm…” katanya dengan santainya

“dengar ya nis, dia itu bukan laki-laki yang baik, jadi sebelum kamu terlalu dekat dengan dia, mulai sekarang jauhilah dia, kamu tau tidak hubungan rahman dengan susi dulunya seperti apa, ha. Tau tidak?” aku diam tidak menjawab aku hanya menunggu syerli melanjutkan ceritanya.

“ rahman dengan susi itu sudah berpuluh-puluh kali bahkan mungkin tak terhitung lagi berapa kali mereka berciuman dan berpelukan, itu sih yang enaknya bagi mereka, ada juga yang pahitnya, bahkan rahman pernah menampar susi. Maaf nis, aku harus kasi tau ini ke kamu, karena aku tidak mau kau berhubungan dekat dengan orang yang salah, aku cuma takut karena kedekatan kamu ini nantinya akan menimbulkan benih-benih cinta dihatimu.

Rahman mendekatimu hanya untuk mempermainkan perasaanmu saja, mungkin ia ingin melihat seperti apakah sebenarnya kamu nis, ia ingin melihat gimana kalau perempuan berjilbab seperti kamu ini dipermainkan perasaannya.

Itulah laki-laki nis, jangan terlalu percaya dengan kata-kata sayangnya, nanti kau sendiri yang akan sakit” aku heran tampaknya syerli banyak tau tentang mas rahman, aku jadi bingung. Dari mana jalannya ia mengetahui sejauh itu tentang hubungan mas rahman

“ dari mana kamu tau syer, kamu kan tidak dekat dengan mas rahman, bahkan bisa dikata kamu dengan nya sangat jarang berkomunikasi” tanyaku pada syerli ntah mengapa aku tak percaya dengan penuturannya

“ tentu saja aku tau, susi itu satu kontrakan dengan adiknya temanku, namanya lisa, rahman sering datang ke kontrakan mereka bahkan sampai menginap disana, coba kau bayangkan nis, apa yang dilakukan sepasang kekasih dalam satu rumah, seorang laki-laki diperbolehkan tidur di rumah gadis, bahkan mungkin lebih dari ciuman yang bisa mereka la….”

“astaghfirullah…syerli jangan suudzon begitu, tidak baik, kamu kan tidak lihat langsung, masih dengar kata orang lain, ya kan, jadi jangan membuat kesimpulan seperti itu” aku memotong syerli bicara, aku sama sekali tidak percaya.

“terserah deh,kamu mau percaya atau tidak, nisa aku beritahu kamu hal ini karena aku dekat dengan kamu, kamu itu sahabat aku, dan aku tau sekali kamu seperti apa, kamu orang yang baik, rasanya sangat disayangkan sekali kalau kamu dekat dengan orang yang seperti itu.

Oh ya cerita aku belum selesai. Udah deh kamu dengerin aku aja dulu, ntar selepas itu, terserah kamu mau gimana.

 Hubungan mereka juga tak mulus nis walaupun sudah bertahun-tahun putus sambung, mereka juga sering bertengkar, bahkan, kau tau nisa, rahman itu sangat kasar, ia tidak segan-segan menampar wajah susi. Lisa tidak mungkin berkata bohong padaku nis, dan tidak ada untung baginya jika berbohong” syerli menjelaskan panjang lebar. Aku masih diam membisu, aku masih benar-benar tidak percaya dengan apa yang kudengar

“ nisa, sudahlah, sudahi saja kedekatanmu dengan mas rahman, ia orang yang sangat kasar pada perempuan, nampaknya saja ia pendiam, mas rahman sangat, sangat dan sangat tidak cocok untukmu, di luar sana masih banyak laki-laki yang baik untukmu, lagi pula rahman itu sudah berhubungan bertahun-tahun dengan susi, kau tahu sendiri susi sangat dekat denganmu. Meskipun mereka sudah putus, Kau juga harus menjaga perasaannya. Bisa jadi mereka bakal balikan lagi, jadi segala sesuatunya harus kau jaga, jangan sampai hal ini akan  merusak hubunganmu dengan susi. Jagalah jarakmu dengan mas rahman nis

Percayalah nisa, aku bicara apa adanya, aku tidak mengada-ada, aku tidak mau kau disakiti, aku tak mau nantinya kau akan sakit hati, pikirkanlah baik-baik, dia hanya ingin mempermainkan perasaanmu, kata-kata sayang yang diucapkannya itu semua palsu”

 syerli coba menasehatiku, dan aku rasa kata-kata syerli terakhir memang benar. Aku harus menjaga jarak dengan mas rahman. Aku dengan susi sangat dekat, aku tidak mau ia salah faham nantinya. Meskipun mereka sudah putus, aku harus tetap menjaga jarak dengan mas rahman. Tetapi aku tetap tidak percaya mas rahman sering berciuman dengan susi terlebih lagi pernah menamparnya, karena yang aku lihat mas rahman lebih sering diam,lebih tepatnya ia tidak banyak bicara. Aku hanya mengangguk-anggukkan kepala saja.

“terimakasih syer semua nasihatmu, aku senang kau memperhatikanku, tapi perlu aku tekankan disini, aku dengan mas rahman tidak ada apa-apanya, kami berhubungan biasa selayaknya rekan kerja yang lain, yang jelas kami hanya berteman saja” ketika kukatakan hanya berteman saja syerli malah tertawa

“nisa..nisa, sekarang mungkin hanya berteman, lama kelamaan bahkan lebih dari itu, nis perasaan itu kapan saja bisa berubah, jangan sampai kau terjebak dengan perasaan itu”

“insya Allah syer” aku hanya tersenyum tipis dan memeluknya.

Ya.. aku dengan syerli memang dekat, sudah dua lebih kami satu rumah bersama, dan satu kerjaan pula disebuah Perusahaan Swasta.

Semenjak syerli menceritakan perihal mas rahman padaku, perasaanku jadi tidak karuan. Aku tidak mengerti perasaan apa ini, yang jelas ntah mengapa aku sangat sedih, benar-benar sedih mendengar penuturan syerli. Terlebih lagi ketika orang terdekat dengan susi pernah bercerita hal yang sama dengan apa yang pernah diceritakan oleh syerli. Astaghfirullah, knp tiba-tiba aku jadi benar-benar illfill dengan mas rahman.

Aku benar-benar sangat kecewa dengan apa yang diceritakan oleh mereka, aku tidak pernah menyangka mas rahman orang yang seperti itu,

“ mas rahman dengan susi itu sudah berpuluh-puluh kali bahkan mungkin tak terhitung lagi berapa kali mereka berciuman dan berpelukan, tetapi ia juga tidak segan-segan menampar wajah susi”

ya, kata-kata syerli selalu terngiang-ngiang ditelingaku, inilah yang menyebabkan aku mengeluarkan kata-kata dalam sms itu,

“ aku sudah tau semua tentangmu, dari apa yang aku dengar dari orang lain, aku tidak menyangka, aku kira selama ini orang-orang salah menilaimu, tapi ternyata penilaian mereka benar, sekarang aku benar-benar illfill sama kamu”

 ya, seharusnya aku tidak perlu mengatakan hal seperti ini, Dari sinilah mas rahman sering melontarkan kata-kata kasarnya padaku.

mungkin karena kesalahpahaman antara aku dengan mas rahman, ia menjadi kasar seperti ini, menurutku kata-katanya sering tidak terkontrol, sebenci itukah ia padaku? Ada apa sesungguhnya? Ntahlah biarlah waktu yang akan menjawab.

Rasa-rasanya aku ingin pergi jauh dari tempat ini, dari tempat dimana kami sering bertemu. Sebisa mungkin aku menghindarinya. Aku tidak ingin bertemu dan melihatnya, karena kata-kata kasarya itu akan kembali teringat dibenakku jika aku bertemu dengannya. Jadi sebisa mungkin aku menghindar untuk bertemu dengannya, dan sebisa mungkin tidak berbicara dengannya, karena aku tau dia sangat membenciku.

Ya , aku tau ini salah, tetapi aku tidak tau harus bagaimana. Aku tidak ingin ia semakin membenciku jika kami sering bertemu, karena aku tau mas rahman tidak suka melihatku lagi.

Mas Rahman…

Tau kah kau sayangku, aku sangat menyayangimu,sangat dan sangat menyayangimu, tapi apakah benar ini rasa sayang? Ntahlah aku bingung. Rasanya aku sulit untuk memberikan hatiku pada seseorang.

 “Jika kau berikan hatimu pada manusia, manusia akan membuatnya luka, maka dari itu berikanlah hatimu pada Allah, Allah akan selalu menjaganya dan tak akan pernah membuatnya terluka” ya, kalimat itu memang benar sekali.

Ya, hanya pada Allah-lah selayaknya kita melabuhkan rasa itu. Mungkin semua karena cinta, cinta, cinta dan cinta,

Ya, karena cintalah seorang ibu merelakan jiwanya demi kelahiran buah hatinya. karena cintalah seorang ayah berusaha sekuat tenaga demi menafkahii keluarganya. karena dengan cintalah Shalahuddin Al Ayyubi tidak dapat tertawa sebelum Mesjid Al-Aqsha dapat dibebaskan untuk menebus cintanya pada Rabbul Izzati. karena dengan cintalah, Mujahidin dan Mujahidah rela mengorbankan harta jiwa dan raganya untuk mendapat cinta dari yang Maha cinta. Allah-lah muara cinta yang hakiki.

Subhanallah…,Kalau semua cinta itu dilandasi karena Allah, pasti sungguh indah rasanya.

Dan apakah mungkin karena cinta silaturahimku dengan mas rahman kacau balau seperti ini…, sungguh aneh, seharusnyakan cinta itu mendatangkan kebahagiaan bukan pertengkaran.

Aku yakin kau tak kan pernah mengetahuinya mas, kau tak kan pernah mengetahui ada orang yang sangat, sangat dan sangat menyayangimu. Meskipun seandainya kau tau, kau tak kan pernah mau tau akan hal itu, karena aku hanya seorang perempuan biasa yang tak memiliki apa-apa, aku tidak memiliki harta benda yang dapat membanggakanmu, atau kecantikan yang dapat menarik hatimu. Aku yakin kau tidak akan sudi memandangku, kau sangat membenciku, dan teramat membenciku.

Sayang, aku tak pernah berharap apapun darimu, aku juga tidak pernah berharap kau selalu mengingatku apalagi mencintaiku. Aku hanya berharap Kita dapat selalu mengingat Allah, selalu merindukan-Nya. Semoga Allah memberimu kebahagiaan, menuntunmu selalu dijalan-Nya, mengingatkanmu setiap kali panggilan adzan berkumandang, itu adalah panggilan cinta Allah pada kita.

Setiap kali adzan berkumandang aku selalu teringat padamu, air mataku jatuh perlahan, karena dulu kau pernah memintaku apakah aku bersedia mengingatkanmu, dan aku sudah berjanji akan selalu mengingatkanmu setiap kali waktu shalat tiba, tapi sekarang semua sudah berbeda, aku takut jika mengingatkanmu lagi, kau malah marah padaku. Mungkin karena kebencianmu padaku. Maka hilangkanlah rasa bencimu itu sayang.

dalam senandung do’aku tak pernah lupa kumonkan pada Allah, semoga Allah melembutkan hati kita, memperbaiki dan mempererat silaturahim kita. Aku tidak ingin kita selamanya seperti ini, aku tidak ingin selamanya kau akan membenciku. Tetapi jika membenciku dapat membuatmu bahagia, biarlah aku ikhlaskan, bencilah aku sepuasmu.

 

***

 

H

awa dingin menyusup hingga kepori-pori. Rembulan tampak redup, sangat redup, sinarnya tak menyala, bintang tak seramai malam kemarin. Lama kelamaan cahayanya hilang berganti menjadi awan hitam yang sangat pekat. Angin bergemuruh sangat kencang. Pepohonan seakan-akan hendak roboh, Ah, tampaknya malam ini akan turun hujan.

 Seharian ini aku gelisah, wajah ibu selalu terbanyang-banyang dibenakku. Ibu sakit lagi, pagi tadi paman mengabariku. Tepat pukul 02.00 dini hari, aku terbangun alarmku berbunyi, seperti biasanya bagi hamba-hamba yang senantiasa mengharap rahmat ampunan, mengharap ridho dan cinta Allah yang hakiki, inilah waktu yang sangat tepat bertafakur, mengadukan segala sedu sedan perasaan, sungguh nikmat Qiyamul Lail,

Qiyamul-lail adalah Sarana Berkomunikasi seorang Hamba dengan Rabbnya. Sang Hamba akan merasa Nikmat dikala ia bermunajat dengan Penciptanya. Ia Berdoa, bertasbih dan Memuji sang Pencipta. Allah akan Mencintai Hamba yang mendekat Kepada-Nya. Dan bila Allah mencintai seorang Hamba-Nya, maka Allah akan mempermudah semua Aspek Kehidupan Hamba-Nya tersebut serta akan mengangkatnya ketempat yang terpuji.

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang Tahajjud lah kamu sebagai suatu Ibadah tambahan bagimu ; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji ( Al Isra’:79).

Orang yang mengerjakannya berkesempatan mendapatkan 1/3 malam terakhir yang merupakan waktu dimana segala Doa akan dikabulkan. Dan sebaik-baik Doa saat itu adalah permohonan Ampunan atas semua Dosa-Dosa.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman (Surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di Dunia adalah orang-orang yang berbuat baik ; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon Ampun kepada Allah”. [Adz Dzaariyaat 15-18]

Tiba-tiba aku teringat dengan mas rahman, teringat ketika membangunkannya untuk Qiyamul Lail, “seandainya kami masih baikan, pasti aku akan membangunkannya setiap malam untuk Qiyamul Lail” pikirku. Aku masih ingat sms ku pada saat itu,

“ mas gimana kalau ntar malam saya bangunkan mas tuk Qiyamul Lail, yuuk sama-sama kita arungi samudra cinta Allah dalam lautan dzikir dan sujud. Kalau memang benar menyayangiku jangan  pernah segan menegurku dalam tiap khilafku, karena aku Cuma wanita biasa, ada kalanya ku berbuat salah dan khilaf sama mas, maka dari itu kita sama-sama bersabar, jangan pernah membentak, dan jangan pula membiarkanku. Cintaku akan terus bertambah, seiring bertambahnya ketakwaan mas pada-Nya, karena aku hanya ingin mencintai mas hanya karena-Nya”

Alhamdulillah ia mau bangun untuk shalat, ah entahlah, apakah ia benar-benar bangun untuk shalat atau hanya sekedar sandiwara saja, aku tidak tahu, yang jelas aku percaya saja. Tidak baik suudzon.

 usai shalat kutengadahkan tangan ini,

“Allahu ya Rabbi yang Maha pemurah, yang kasih-Nya seluas Samudra, yang sayang-Nya sedalam lautan, yang hangat cinta-Nya sehangat sinar mentari waktu dhuha, yang rahmat-Nya selalu dirindu, yang belas kasih-Nya selalu diharap, hamba yang tak berharga ini kembali datang kepada-Mu,

Tak pernah bosan hamba meminta dan memohon belas kasih-Mu Ya Allah, hamba mohon kesembuhan ibu, hamba mohon berilah ia kesehatan, keselamatan dan perlindungan, jauhkanlah ia dari segala mara bahaya, jagalah ia dalam penjagaan-Mu yang tak penah lalai, sayangilah ia, kasihanilah ia. Hanya ialah yang paling berharga bagiku di dunia ini,

Allah, sampaikanlah rasa rindu dan sayangku pada ibu, karena sungguh kusangat menyayanginya lebih dari hidupku.

Allahu ya Robbi, ampunilah segala dosa-dosa ayah, baik yang disengaja maupun yang tak disengaja, baik dosa kecil maupun dosa besar. Terimalah segala amal ibadahnya, amal baiknya dan amal sholehnya selama hidup didunia, lapangkanlah kuburnya dan terangilah dengan cahaya-Mu yang tak pernah redup, terimalah dan tempatkanlah ia ditempat yang terbaik disisi-Mu.

Ya Rahman Ya Rahim, lembutkanlah hati mas rahman, santunkanlah kata-katanya, ampunilah segala dosanya, tunjukkanlah jalannya, penuhilah ia dengan kasih sayangmu, kasihilah ia, jagalah ia. Ya Allah yang cintanya tak terhingga, kutitipkan cintaku ini pada-Mu ”

air mataku terus meleleh dalam senandung do’aku pada-Nya.

Ya, sudah beberapa hari ini ibu kurang sehat, entahlah semenjak kepergian ayah, ibu sering sakit-sakitan, sekarang aku jauh dari ibu, karena aku bekerja di luar kota. Sudah beberapa malam mata ini tak bisa terpejam barang sejenak,

Ibu.. ya, wajah ibu selalu hadir dibayanganku, aku sangat merindukan ibu, sangat, sangat dan sangat merindukan ibu. Aku tidak bisa tenang kalau ibu masih sakit.

Ibu,

tiada hal yang lebih indah di dalam pandanganku

Selain wajah ibu,

Tiada hal yang lebih membahagiakanku

Selain melihat kebahagiaan ibu,

Tiada yang dapat membuatku  lebih tenang

Selain melihat ketenangan ibu

Tiada yang dapat membuatku tersenyum bahagia

Selain melihat senyum ibu

Ibu, aku begitu merindukanmu,

 

 

“Robbi, sembuhkanlah ibu, aku tidak sanggup mendengar kabar ibu sakit” bisikku  dalam hati

Hp ku pun berbunyi tanda panggilan masuk, segera kuraih hpku, ternyata dari ibu`

“assalamu’alaikum…” sapaku pada ibu, entah kenapa air mataku langsung merembes,

“wa’alaikumsalam nak..” jawab ibu dengan lembut

“sudah Qiamul Lail nak, oh ya ini hari senin, kamu puasa kan nak” lanjut ibu lagi

“alhamdulillah ibu, nisa baru saja selesai Qiyamul Lail, insya Allah nisa puasa bu” jawabku dengan tangis yang tertahan

“kenapa nak, kamu menangis ya, sudahlah kenapa harus menangis, alhamdulillah ibu baik-baik saja,ibu tidak apa-apa sayang,percayalah” ibu meyakinkan

“nisa kangen bu, kangen sekali dengan ibu, nisa takut”

“ takut apa nak?” Tanya ibu heran

“nisa takut karena ibu sakit, nisa takut kehilangan ibu, nisa sudah kehilangan ayah, nisa tidak mau lagi kehilangan ibu. Nisa gak mau bu, nisa gak mau” kataku masih dengan tangis yang tertahan.

“nak, jangan khawatir, ibu malah mau kasih kabar kalau ibu sudah baikan, kondisi ibu sudah tidak separah kemarin. Dokter juga heran melihat kondisi ibu, padahal kemarin dokter bilang penyakit ibu sudah sangat parah harus dioperasi, tapi semalam dokter kembali memeriksa ibu, dokter heran karena kanker stadium tiga yang ibu derita menurun menjadi stadium satu,kata dokter itu hal yang sangat mustahil, hanya mukjizat dari Allah-lah  yang bisa memberikan kekuatan pada ibu” sepontan aku langsung sujud syukur.

“alhamdulillah ya Allah..” tak bosan-bosan aku memuji asma-Nya, walaupun nampaknya mustahil tapi aku yakin dengan kekuasaan Allah. Tiada yang mustahil bagi Allah, jika ia berkehendak ia hanya tinggal mengatakan “Kun Faya kun”

Setelah puas berbicara dengan ibu dan menanyakan semua apa yang ia rasakan, barulah ibu menutup telepon. Aku bertasbih tiada henti-hentinya.

***

 Sore hari, pukul 18.05

T

iba-tiba Hp ku berdering tanda pesan masuk, kubuka ternyata dari mas rahman, aku baru membukanya, padahal sms itu pukul 17.05, langsung saja kubuka.

 “tutur dan kata itu dijaga” sms mas rahman membuatku bingung, Rabbi ada apa lagi ini. Kemudian kubalas

“ada apa lagi mas, ada apa sebenarnya”

“mulut kamu jangan terlalu ember”  balasnya lagi

Astaghfirullahhal’azim.., kenapa sms nya sekasar ini, aku hanya bisa beristighfar berkali-kali, aku coba menenangkan diri, aku tidak mau kami bertengkar. Dahulu sms-sms nya selalu dengan kata-kata sayang, tetapi sekarang kemana sayang nya itu. Ya.. sayang yang diucapkannya hanya sandiwara.

Karena adzan maghrib sudah berkumandang,langsung saja aku berwhudu’ dan kutunaikan shalat fardhu maghrib, dan shalat sunnah dua rakaat setelah maghrib, setelah selesai mengaji, langsung ku balas kembali smsnya.

            “sebenarnya sudah terlalu sakit saya rasakan semua kata-kata kamu selama ini ke saya, terlalu kasar. Saya mohon jangan seperti ini, semua bisa dibicarakan baik-baik, ada apasebenarnya? Balasku, tetapi ia tidak memberikan balasannya lagi, ya,sudahlah, pikirku. Sampai saat ini ia masih sangat membenciku. Tak pernah ia bersuara lembut jika berbicara denganku.

            Aku tidak akan pernah mengganggumu saudaraku, tak pernah seulas senyumpun kau berikan untukku. Kau selalu memandangku sinis, meskipun kau sangat membenciku, Tapi, percayalah doaku tak pernah lepas untukmu aku ingin suatu saat kau bisa tersenyum untukku. Senyum ikhlas fillah.

***

B

elakangan kuketahui mas rahman semakin dekat dengan syerli. Syerli sering menceritakan kedekatannya dengan mas rahman. Syerli pernah bercerita, pernah suatu ketika mereka pergi undangan dengan rekan-rekan kerja yang lain, kebetulan syerli tidak ada tumpangan kendaraan, kemudian mas rahman menawari agar bersamanya menaiki sepeda motor miliknya, syerli menyetujuinya.

Diperjalanan mas rahman mengatakan sesuatu,

“ syerli,kenapa ya saya jadi deg-deg kan begini”

“deg-deg kan gimana mas maksudnya, saya juga deg-deg kan nih, semua yang hidup jantungnya pasti deg-deg kan lah ” sahut syerli sambil bercanda.

“ iya, syer tapi yang ini lain. Apa mungkin karena saya dekat dengan kamu ya, makanya saya jadi deg-deg kan begini” sambung mas rahman lagi,

“ah, mas rahman bisa aja nih” kata syerli malu.

Ya.. dari hari ke hari kulihat memang mereka semakin akrab, Syerli selalu semangat dan antusias jika berbicara tentang mas rahman. Katanya mas rahman seperti menaru hati padanya. Ada apa dengan Syerli? Sikapnya sungguh berbeda dari biasa.

“nis, aku lihat sepertinya mas rahman menyukaiku. Kau tahu nis, mas rahman selalu mendekatiku” kata syerli dengan semangat. Aku hanya tersenyum tipis, tanpa komentar.

“ah ternyata begitu gampang ya nis, mas rahman jatuh hati padaku. Yaa.. siapa sih yang gak tertarik sama aku” tambahnya lagi. Aku hanya tersenyum simpul.

“berbeda dengan kamu nisa, mas rahman tidak pernah berkata kasar padaku. Itulah bedanya aku dengan kamu. Kalau dengan kamu ia hanya sandiwara, makanya ia suka berkata kasar padamu. Tetapi dengan aku, ia benar-benar menyukaiku” imbuhnya lagi.

Dulu ia melarangku dekat dengan mas rahman, sekarang malah ia sendiri yang dekat dengan mas rahman. Aku bingung melihat sikap syerli. Terserahlah, aku tidak peduli dengan  hubungan mereka.

Aku tak kan pernah lepas memohon kepada Ia yang Maha Mengatahui, menyenandungkan doa dalam setiap dzikirku pada-Nya. seseorang yang telah disiapkan Allah untukku. Ntah siapa dia dan dimana ia berada.

Ya Allah,

aku ingin menyenandungkan permohonan untuk seorang pria yang nantinya akan Engkau berikan menjadi bagian dari hidupku, seseorang yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu, seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau, seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu.

Wajah yang tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting bagiku, yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifat-Mu ada pada dirinya, dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak dan tidak hanya otak yang cerdas, seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku, seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasehatiku ketika aku berbuat salah.

Seseorang yang mencintaiku bukan karena parasku tapi karena hatiku, seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi, seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya.

Ya Rahman,

Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang kami dapat saling melengkapi, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mata-Mu, begitu juga sebaliknya, seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya, seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya, seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya, seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Robb…
Aku juga meminta, buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga, berikan aku hati yang sungguh mencintai-Mu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku.

Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dari-Mu, berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya, berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dari dalam dirinya, berikanlah aku mulut yang penuh dengan kata-kata bijaksana, mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuknya setiap pagi.

Ya Allah, aku berharap kami berdua dapat mengatakan: “Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.

Ya Allah Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat, dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan. Allahumma Aamiin.

Jodoh dan kematian adalah rahasia Allah yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun lauhul mahfuzh.

Kujalani saja hari-hariku dengan semangat dan doa. Biarlah semua mengalir apa adanya. Biarlah waktu terus berputar.

Saat ini aku ingin sendiri, seperti ini, aku hanya bisa menuliskan segala kisah yang aku lihat, aku rasakan, aku dengar. Baik dari kehidupanku maupun kehidupan orang lain. Jalan hidup manusia tidak ada yang sama. Semua berjalan sesuai dengan yang tertulis di lauhul mahfuzh. Semua kisah hidup itu, hanya bisa kutuangkan dalam tulisanku.. ^_^

BY: ukhty wk – cerpenis widya karya

Balai Jaya-Riau,  25 Juli 2012 pukul : 0:34 dini hari

Alhamdulillah Wasshalatu Wasshalamu ‘ala Rosulillah.

 

 

 

Tag:, , , , ,

About SMK Widya Karya Balai Jaya

Bersama Menuju Masa Depan Kita Bisa

One response to “Senandung Doa Dalam Tasbih Cinta (ST)”

  1. dilla says :

    wich.. seru critanya.. jadi sedih awq nie buk…!!! hemmm…ghhuuuu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Catatan kecil hendri

Blog ini akan segera di hapus , kunjungi website baru kami di http://hendri.wc.lt

Irfan Handi

Hanya Ingin Berbagi

KKPI SMK Gondang

Menuju Perubahan Yang Lebih Baik

:: tukangcoret ::

Mencoret Lebih Mulia Dari Pada Melamun

Jhonwilson's Tambunan

Just another WordPress.com site

Panduan Tidak Resmi Wordpress.com

Ini dibuat untuk membantu blogger pemula di wordpress.com

CrCn Blogs

Education, News, Politics, download, Tips & Tricks, Other

Akimlinovsisa's W.P

"Bekerja cerdaslah daripada bekerja keras" "Senjata yang paling ampuh dalam hidup ini adalah SOPAN SANTUN"

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: