Remaja !!! Awasss… Terbawa Arus Media (part 1) (ST)


Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarokatuh..,

Media adalah jendela dunia. Tampaknya istilah ini memang benar adanya. Dengan media informasi, apa saja sangat mudah didapat  dalam waktu singkat. Mulai dari informasi masa lalu, berita tentang detik ini, hingga kemungkinan dimasa yang akan datang. Berita dari belahan dunia manapun bisa diakses dalam hitungan detik.

Komunikasi massa merupakan alat yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan realitas sosial. Dampak kognitif yang berhubungan dengan pemikiran, emosional, perasaan, niat, upaya dan usaha diwujudkan dalam bentuk kegiatan ini tidak hanya berdampak pada satu individu saja, bahkan suatu bangsa. Ia ibarat pisau bermata dua. Bisa membawa berjuta manfaat, tapi juga bisa membawa berjuta petaka.

Lalu siapakah yang paling rentan menjadi objek kejahatan media? Salah satunya adalah Remaja! Terlebih lagi pelajar-pelajar yang masih mengenyam bangku pendidikan, baik setaraf SMP maupun SMA. Tahu gak kenapa bisa begitu???

Kecendrungan remaja yang dikenal dengan sikap egois, gegabah, mudah tersinggung dan cenderung labil ini disebabkan karena otak mereka berkembang lebih lambat dari tubuh mereka. Keadaan ini menyebabkan ketidaknyamanan karakteristik keremajaan.

Jay Giedd, dari National Institute of Mental Health di Bethesda, Maryland, meneliti kondisi psikologis 400 anak di Amerika dengan mengamati perkembangan karakter mereka setiap dua tahun sekali. “Ketika anak-anak itu memasuki fase remaja, peneliti menemukan hal yang berpengaruh pada psikologis mereka yang disebut ‘brain pruning’. Kondisi ini menyebabkan anak-anak kehilangan satu persen bagian grey matter pada otak setiap tahunnya, hingga usia mereka mencapai 20 tahun,” ujar Giedd. Kondisi seperti ini mengganggu koneksi syaraf dalam memproduksi hormone perkembangan anak secara berlebihan, dan hal lain ini dimulai dari otak dibagian sensor dasar dan motor area.

Dan peneliti Hill dan Monks (1990) mengungkapkan bahwa remaja merupakan salah satu penilai yang penting terhadap badannya sendiri sebagai rangsang sosial. Dan ia paham bahwa penilaiannya terhadap lingkungannya mempunyai pengaruh, maka hal ini berakibat positif terhadap penilaian  remaja dan sikap sosialnya. Dengan kata lain sikap mereka menunjukkan di lingkungan mana mereka berkembang.

Kondisi jiwa remaja labil ini terkadang menyebabkan mereka kehilangan eksistensinya dibidang yang dikuasainya kepada lingkungannya. Bila ia berada dilingkungan yang berpendidikan, ia cenderung menunjukkan sikap dimana setiap orang akan menilai  mereka mampu dibidang akademis. Begitu juga sebaliknya, bila remaja yang tumbuh dilingkungan yang keras   maka ia akan berusaha untuk tampil lebih keras dari lingkungannya. Oleh karenanya kepekaan mereka terhadap lingkungan sangat tinggi dan kondisi mereka yang masih labil, serta kecendrungan sikap bereksperimen “coba-coba”, menyebabkan mereka menyerap begitu saja informasi.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku industri untuk menawarkan produk mereka melalui media.  Berbagai macam cara mereka lakukan. Mulai dari menciptakan citra bahwa standar hidup mewah, hingga menggiring remaja untuk mengubah cara pikir dan perilaku mereka dengan cara menciptakan gaya hidup “konsumtif dan hedonis”.

Remaja, khususnya remaja putri akan melakukan segala cara agar mereka tampil lebih cantik. Tidak berfikir dua kali untuk membeli parfum, lipgloss, bedak dan lain sebagainya demi mendapatkan tubuh yang sesuai dengan informasi yang mereka dapatkan dari media. Sedangkan bagi remaja pria, mereka juga tidak akan ketinggalan dalam membeli barang bermerek agar dikatakan gaul untuk menunjang penampilan mereka dihadapan lawan jenisnya.

Gaya hidup hedonis dan kebarat-baratan diciptakan media untuk memenuhi kebutuhan produsen bukan kebutuhan kebanyakan masyarakatnya. Masyarakat yang telah terhipnotis untuk hidup hedon, akan selalu meminta untuk dipenuhinya kebutuhan mereka yang selalu berubah.

Media sengaja menyiapkan tayangan sinetron yang melankolis, megajarkan remaja untuk hidup di lingkungan menengah keatas, senang-senang, tidak mau repot dan jauh dari realita. Yang pada akhirnya membuat remaja tidak lagi kritis terhadap persoalan lingkungannya.

Pernah suatu ketika dilakukan penelitian pada salah satu sekolah di Jakarta kepada sekitar 150 siswa. Mereka diberikan kertas dan disuruh menuliskan nama-nama tetangga mereka dalam waktu beberapa menit. Lalu setelah itu di kertas lain, mereka disuruh menuliskan nana-nama artis. Dan sudah bisa di tebak hampir seluruh siswa dengan fasih menuliskan nama-nama artis yang hampir setiap hari mereka disuguhi dengan berita demikian.

 Khusus bagi remaja putri mereka dididik oleh media untuk berpenampilan menarik, merawat tubuh dari sekarang karena kelak ketika dewasa akan mendapatkan suami yang diidamkan, menjadi ibu yang baik  dan lain sebagainya. Atau mereka dididik untuk menjadi cantik untuk menarik perhatian lawan jenisnya, menggumbar seksualitas yang dianggap wajar.

Media mengembangkan citra bahwa perempuan selalu menjadi objek penderita, pelengkap bagi kehidupan laki-laki, selalu disakiti, tegar dan nrimo  keadaan ini sudah sepantasnya dan wajar diterima perempuan dan akan terus diinternalisasikan serta diteruskan ke generasi atau tayangan-tayangan sejenisnya.

Dan tahukah kamu mengapa perempuan lebih banyak dibombardir produk-produk khusus perempuan? Karena mereka dianggap tidak rasional, lemah, konsumtif dan muddah depresi.

Sebuah riset pernah dilakukan Jurnal “Prediatrics” di Amerika mengatakan bahwa kekerasan dalam media (media violence) menyebabkan anak-anak bersikap agresif dan anti sosial. Selain itu kekerasan didalam media ini mampu meningkatkan timbulnya kecemasan dalam diri remaja dan memicu bunuh diri akibat depresi.

Pada bulan Mei 2010 dari Jenewa, WHO mengumumkan sebuah data yang mengejutkan bahwa produsen rokok akan menargetkan wanita dan remaja di Negara-negara berkembang sebagai target konsumen tahun tersebut dan tahun mendatang. Pada hari peringatan “ Hari Dunia Tanpa Tembakau” yang jatuh pada tanggal 31 Mei, Survei Global Youth Tabacco yang dilakukan WHO yang menyatakan tingkat perokok pria yang berjumlah 40 % dan wanita sebanyak 9 % tidak dapat dipecaya, karena data yang selalu berubah. Perubahan ini dikarenakan industri rokok terus merekrut pengguna baru sebagai pengganti perokok yang telah meninggal dan sakit.

Walaupun produk-produk rokok telah lama dipasarkan untuk perempuan di Negara-negara industri, hal itu tidak bisa disamakan di Negara-negara berkembang.

Berbagai cara dilakukan oleh para pelaku industri rokok untuk memasarkan produknya. Rokok-rokok itu dibuat dengan kemasan apik berwarna merah muda, ada juga yang membuat bungkus rokok berbentuk kemasan seperti parfume dan bahkan di Nigeria mereka memberikan hadiah bermerek kepada setiap mereka yang membeli rokok cantik.  (http://kesehatan.liputan6.com)

Nah, sekarang masihkah kamu mau menjadi objek yang mereka ciptakan untuk mengeruk keuntungan dari kamu sendiri? Menjadi konsumtif karena takut dikatakan  tidak gaul, tidak modern dan sebagainya? Padahal tanpa memakai produk yang mereka anggap keren pun kita tetap mampu berprestasi.

Sekarang temukan sikap! Pilah setiap informasi yang masuk. Apakah informasi itu mampu meningkatkan integritas kita sebagai calon penerus bangsa atau malah merusak cara pikir. Pastinya kamu juga kan gak mau terus-terusan manjadi objek santapan para pelaku industri nakal yang berusaha menciptakan pola pikir singkat, manja, angan-angan palsu yang dibalut kemewahan semu seperti yang mereka tayangkan di media.

 Menjadi orang yang konsumtif, selalu tidak puas yang pada akhirnya menjadi depresi karena tidak semua keinginannya dapat dicapai. Kalau kamu menjadikan diri kamu pribadi yang gamang tidak memiliki prinsip hidup yang cerdas, yang bila suatu saat nanti  berkompetensi dengan yang lain, kamu gak akan siap karena kamu sudah terpola hidup senang dan tidak mau susah dan bekerja keras.

Ketika kamu masih duduk dibangku sekolah yang menuntut kamu untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya maka, pergunakanlah waktumu dengan baik. Jangan sampai menyesal dikemudian hari, karena hari ini tidak akan pernah kembali.

Masa-masa sekolah adalah masa-masa dimana kamu sangat mudah untuk terpengaruh dengan hal-hal yang baru. Maka dari itu pandai-pandailah untuk menempatkan diri. Ketika kamu menjadi seorang anak, maka jadilah anak yang baik dan berbakti kepada kedua orang tua kamu. Jika kamu menjadi seorang pelajar maka jadilah pelajar yang baik, baik dalam menuntut ilmu, dalam waktu belajar dan dalam waktu istirahat. Biasakanlah untuk mendisiplinkan diri kamu, mulailah dari hal-hal yang kecil. Insya Allah akan terbiasa pula pada hal-hal yang besar sekalipun.

Maka jadilah orang-orang yang selalu mensyukuri nikmat-Nya. Dan ingatlah bahwa kemajuan suatu bangsa terletak pada generasi mudanya. Dan kamulah penggerak peradaban itu.

Semoga Bermanfaat

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh..

 

By : Ukhti WK

“Mari Saling berbagi Ilmu”

Alhamdulillah washolatu wassalamu ‘ala Rosulillah

Balai Jaya – Riau ,  Jum’at,  30  Agustus 2012  Pukul : 22.50.

Tag:, , , , ,

About SMK Widya Karya Balai Jaya

Bersama Menuju Masa Depan Kita Bisa

2 responses to “Remaja !!! Awasss… Terbawa Arus Media (part 1) (ST)”

  1. Hafidz says :

    Ass…
    Artikelnya bagus. part 1. part 2 nya mana?

  2. Admin says :

    udah ada kok, silahkan….
    makasi atas koment dan kunjugannya, sukses terus ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Catatan kecil hendri

Blog ini akan segera di hapus , kunjungi website baru kami di http://hendri.wc.lt

Irfan Handi

Hanya Ingin Berbagi

KKPI SMK Gondang

Menuju Perubahan Yang Lebih Baik

:: tukangcoret ::

Mencoret Lebih Mulia Dari Pada Melamun

Jhonwilson's Tambunan

Just another WordPress.com site

Panduan Tidak Resmi Wordpress.com

Ini dibuat untuk membantu blogger pemula di wordpress.com

CrCn Blogs

Education, News, Politics, download, Tips & Tricks, Other

Akimlinovsisa's W.P

"Bekerja cerdaslah daripada bekerja keras" "Senjata yang paling ampuh dalam hidup ini adalah SOPAN SANTUN"

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: