Kurajut Kasih Sayang Dengan Pengorbanan (ST)


Kurajut kisah ini dengan benang cinta dan rindu,teruntuk kakakku yang dikasihi Allah, untuk ibunda tercinta, dan untuk ayahanda yang tersayang, Percayalah setiap tetes air mata yang mengalir membasahi pipi ini,akan selalu memanggil-manggil kalian dengan kalimat rindu. Aku merindukan kalian ketika fajar terbenam sampai fajar berikutnya berpijar kembali.

“maafkan aku,mungkin hubungan kita hanya sampai disini” kata ilham dengan berat hati.
“tapi kenapa,aku butuh alasan yang kuat” tanya Alfira lagi. Ilham diam tidak menjawab. Kemudian ia langsung beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Alfira tanpa kata-kata. Alfira tidak dapat berbuat apa-apa. Ia harus menerima keputusan ilham dengan derai air mata.
Sudah hampir dua tahun Alfira menjalin hubungan dengan Ilham,entah mengapa belakangan ini hubungan mereka tampaknya sedikit renggang.
Sepulang kuliah Alfira mendapat surat dari Afrizal adiknya di pesantren. Alfira sudah tidak sabar lagi ingin membaca surat tersebut.Kepada kakakku tercinta
Syirah Alfira yang dikasihi Allah.
Segala puji bagi Allah yang senantiasa mencurahkan rahmat dan kasih sayang-Nya pada kita para hamba-Nya yang selalu mengharapkan curahan rahmat dan kemurahan hati-Nya. Shalawat dan salam selalu tercurah pada Baginda Rasul yang mulia yang telah mengajarkan kita bagaimana semestinya menjalani hidup dengan sebenarnya.

Kakakku yang dikasihi Allah, Alhamdulillah izal dan adik-adik disini dalam keadaan sehat. Mudah-mudahan kakak juga begitu. Syukran ya kak atas kiriman uangnya bulan ini,sudah izal ambil dan insya Allah akan dipergunakan sebaik mungkin Kakakku yang kata-katanya selalu penuh dengan kasih sayang, Alhamdulillah izal mendapat juara satu umum dan mendapatkan beasiswa,jadi beban kakak sedikitnya akan berkurang begitu juga halnya dengan azhary dan firman,mereka juga mendapat juara umum disekolah semua nilainya bagus-bagus kakak pasti bangga punya adik yang pintar dan cerdas seperti kami. Izal tau pasti disana kakak bekerja keras tanpa kenal lelah demi membiayai sekolah kami. Izal bersyukur sekali karena Allah memberikan izal kakak yang berhati mulia. Kakakku yang lembut hatinya, Kami sangat merindukan kakak,kami merindukan suara kakak yang lembut penuh kasih sayang,kami rindu tertawa dan bercanda bersama kakak,kami rindu makan bersama dengan kakak. Setiap kali izal ingat kakak,pipi izal selalu basah dengan air mata yang terus meleleh,karena izal sangat merindukan kakak. Kakak kapan menjenguk kami lagi? sudah hampir empat bulan kakak tidak menjenguk kami. Izal sangat merindukan kakak. Semoga surat ini dapat mengobati kerinduan kakak pada kami, dan kakak juga dapat mengetahui betapa rindunya kami pada kakak.

Wassallamualaikum
Yang sangat menyayangimu
Adikmu Afrizal Abdillah.

Alfira membaca kata-perkata dengan penuh saksama. Tak terasa air matanya meleleh penuh keharuan. Ia benar-benar merindukan ketiga adik yang sangat ia sayangi. Ia pejamkan mata dan langsung saja ia teringat dengan wajah ketiga adiknya itu. Ia merasa pengorbanannya selama ini tidak sia-sia. dengan segenap perjuangannya ia bekerja untuk membiayai adik-adiknya sekolah. Semenjak sepeninggalan kedua orang tuanya,Alfira lah yang menjadi tulang punggung keluarganya. Ia rela menjadi tukang cuci untuk dapat membiayai sekolah ketiga adiknya,setelah itu ia baru pergi kuliah, ia kuliah pun berkat beasiswa dari sekolah karena prestasinya yang sangat membanggakan,sepulang kuliah ia mengajar privat sampai sore,dan sorenya ia menyetrika pakaian yang pagi tadi ia cuci. Malam harinya ia bekerja di sebuah café dengan gaji yang tak seberapa. Pergi pukul tujuh malam dan pulang jam satu pagi, waktu shubuh ia pergunakan untuk belajar. Alfira nyaris tidak mempunyai waktu untuk istirahat.

Belakangan ini Alfira sering sakit-sakitan. Ilham tidak lagi memperhatikannya seperti biasanya,mereka juga sudah sangat jarang sekali bertemu.Tiba-tiba ia merasa pusing pandangannya berkunang-kunang. Ia hampir saja terjatuh,namun ia masih bisa menahannya. Ia merasa ingin muntah,belum sempat kekamar mandi,ia langsung memuntahkannya dilantai. Dengan sangat terkejut ia melihat bahwa yang dimuntahkannya adalah darah. Pagi itu juga Alfira langsung pergi kerumah sakit untuk memeriksakan keadaannya. Tetapi dokter mengatakan esok hari ia baru bisa mengetahui hasilnya. Keesokan harinya Alfira kembali dan betapa terkejutnya Alfira dengan hasil pemerikasaan yang diberikan dokter tersebut. Dokter mengatakan bahwa ia mengidap kangker otak.

“benarkah dok,apa hasil ini tidak salah” Tanya Alfira hampir tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar. ia harus menerima kenyataan ini.
“kuatkan hatimu” kata dokter tersebut sembari memberikan resep obat,dokter tersebut menyarankannya agar Alfira tidak terlalu lelah,dan banyak-banyak beristirahat.
***
Sore harinya tanpa sengaja Alfira mendengar percakapan farhan dan ilham di lab kampus. Alfira berhenti sesaat tak jauh dari mereka.
“ku akui Alfira memang gadis yang baik,ia mengerti betul bagaimana bersikap layaknya muslimah yang sesungguhnya. aku benar-benar jatuh hati padanya. Tetapi sayangnya ibu tidak menyukainya. ibu menjodohkanku dengan nadia anak dari sahabat dekat ibu. Kalau dibanding Alfira,nadia jauh lebih cantik dan nadia juga dari keluarga yang terhormat. dan yang terpenting ibu lebih menyukai nadia dibanding Alfira,meskipun ibu tidak mau memaksakanku dalam memilih calon istri tetapi kuputuskan aku akan menikahi nadia secepatnya” kata ilham. Bagaikan disambar petir Alfira seakan tidak percaya dengan penuturan ilham,hatinya sakit seperti teriris-iris, ia sangat kecewa,matanya berkaca-kaca.

“hanya itukah yang menjadi pertimbanganmu memilih nadia ketimbang Alfira. bukankah kau mencintai Alfira bukan nadia” Tanya farhan.
“aku memang mencintainya. Tapi rasanya aku harus melupakannya,karena ibu tidak menyukainya dan aku rasa nadia lebih pantas untuk menjadi istriku,dia banyak memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh Alfira. nadia benar-benar jauh lebih cantik dan memiliki kedudukan,laki-laki mana yang tak tertarik padanya”.

Ilham kembali membanding-bandingkan antara Alfira dan nadia. Alfira yang masih mendengarkan mereka membicarakannya, meneteskan air mata. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa ilham mengatakan hal yang sangat menyakitkannya. Ternyata hal inilah yang menyebabkan renggangnya hubungan mereka belakangan ini.
“astaghfirullah,ternyata kau sudah dikuasai oleh nafsu”kata farhan.
“kenapa kamu berkata seperti itu”
“kau mencintai seseorang dengan cara yang salah,kau sudah dikuasai oleh nafsu”. Kata farhan lagi. ilham hanya tersenyum sinis.

“sebagai seorang muslim seharusnya kau sudah mengerti. jika kau mencintai seorang wanita bukan karena tertipu oleh kecantikan paras wajahnya dan keindahan bentuk tubuhnya. Bukan karena matanya yang indah. Bukan pula terpikat oleh bibirnya yang cantik merah merekah. Juga bukan karena keindahan suaranya yang sulit untuk dilupakan. Juga bukan karena kekayaannya,bukan karena kehormatannya yang dengannya kau juga ikut-ikutan terhormat jika menikahinya. Jika memang bukan karena itu semua maka kau sudah mencintai seorang wanita dengan benar.

“jika kau mencintainya karena kesuciannya hati dan agamanya yang baik,ia taat beribadah pada Allah,ia menutup aurat dengan baik dan benar,dan mata batinmu condong kepadanya karena kecantikan dan ketulusan akhlak dan hatinya yang mulia. Hatimu tertarik dan terpikat karena baiknya dan mulianya serta harumnya kata-kata dan kalimat yang keluar dari lisannya. Maka itulah yang dinamakan bahwa kau telah mencintai seorang wanita karena Allah. Jadi pertimbangkanlah segala sesuatunya” farhan menjelaskan panjang lebar.
“syukran akhy atas nasihatnya,tapi tampaknya aku tetap pada pendirianku” Alfira tidak sanggup lagi menahan air matanya. ia benar-benar sangat mencintai Ilham. Ia tidak sanggup lagi mendengar pembicaraan mereka. Alfira langsung beranjak pergi meninggalkan mereka. Hazry,nury dan fadli yang melihatnya langsung mengejarnya,sebagai sahabat dekat Alfira yang sudah menganggapnya sebagai saudara kandung sendiri,mereka menghiburnya sebisa mungkin.
***
Meskipun Alfira dalam keadaan sakit yang teramat parah dan dokter sudah memperkirakan bahwa Alfira tidak bisa bertahan lebih lama lagi,namun Alfira tetap bekerja keras untuk membiayai adik-adiknya tanpa kenal lelah,sampai-sampai ia tidak memperdulikan kesehatannya sendiri. Alfira sama sekali tidak memberitahu perihal penyakitnya pada ketiga sahabat yang sudah menjadi bagian yang sangat berharga baginya,sama halnya dengan ilham. Ilham sudah memutuskan hubungannya dengan Alfira. Alfira tidak bisa berbuat apa-apa.
Keesokan harinya Alfira datang kerumah farhan untuk menitipkan sepucuk surat untuk ilham. farhan kebetulan tidak berada dirumah,akhirnya Alfira menitipkannya pada halimah adik farhan.

Keadaan Alfira semakin hari semakin memburuk. Ia tampak bertambah kurus,Ia tak sanggup lagi untuk pergi bekerja,begitu juga dengan kuliahnya. Tubuhnya sangat lemah,pandangannya berkunang-kunang. ia sudah tidak sanggup lagi menahannya, sementara uang untuk berobat pun ia tidak punya. Ia lebih mengutamakan mengirimkan uang untuk biaya sekolah adik-adiknya dibanding biaya untuk perobatannya sendiri. Tiba-tiba ia teringat almarhum ayah dan ibunya. “maafkan fira ayah,ibu fira tidak bisa mengurusi adik-adik lagi. fira sudah tidak kuat lagi” bisiknya dalam hati. Air matanya bercucuran.
Kemudian ia juga teringat ketiga adiknya,ia sangat merindukan mereka. Dan ia juga teringat dengan ilham. Ia benar-benar mencintainya, “ya Allah,dimana lagikah dapat kutemui cinta sejati kecuali pada cinta-Mu. Dimana lagikah hati ini harus berlabuh kecuali pada kasih-Mu. Jadikanlah hati yang lemah ini ya Allah tertambat kokoh hanya pada- Mu. Hamba mohon ridho atas segenap keputusan-Mu,kesejukan setelah matiku,kenikmatan memandang wajah-Mu,dan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu. Ampunilah diri yang tak berharga ini ya Allah,penuhilah kelemahanku dengan keindahan maghfiroh-Mu” bisiknya dalam hati. Air matanya terus meleleh. Alfira sudah tidak dapat menahan sakit yang ia rasakan,pandangannya berkunang-kunang kemudian ia jatuh kelantai.
***
Sementara itu nun jauh di sana, ilham menerima surat dari Alfira,ia langsung membacanya. Isi surat Alfira membuat matanya berkaca-kaca. Diakhir surat tersebut Alfira menyenandungkan doa.“Ya Allah jika cintaku Kau ciptakan untuk dia bersihkan hatinya, teguhkan imannya, sucikan cintanya,lembutkan rindunya.Ya Allah jika hatiku Kau ciptakan untuk dia,penuhi hatinya dengan kasih sayang-Mu,bisikkan kedamaian dalam kegalauannya, temani dia dalam kesepian.Ya Allah,kutitipkan cintaku pada-Mu untuknya, resapkan rinduku pada rindunya,resapkan cintaku bersama cintanya,satukan hidupku dan hidupnya dalam cinta-Mu sebab,sungguh aku sangat mencintainya karena-Mu.ukhty uhibbuka fillah ya Akhy. Aku mencintaimu karena Allah. Aku bersumpah dengan nama Allah yang Agung,bahwa aku benar-benar mencintaimu berdasarkan agama Allah yang mulia. Aku mencintaimu dalam cinta sebagaimana yang dikehendaki Allah. Sungguh sebenar-benar cinta itu adalah cinta karena-Nya. Semoga Allah selalu menuntunmu dijalan-Nya”.

Ilham sudah tidak dapat menahan air matanya. Air matanya bercucuran. Ia sangat menyesal telah mengabaikan Alfira. ia baru menyadari betapa sesungguhnya Alfira sangat mencintai dan menyayanginya dengan tulus karena-Nya. Tiba-tiba ia merasakan kerinduan yang begitu mendalam pada Alfira yang saat ini kembali merajai hatinya. Ia memutuskan untuk menemui Alfira siang itu juga.

Sebelum kerumah Alfira,ilham menemui farhan agar ikut serta menemui Alfira dan mengutarakan maksudnya untuk mengkhitbah(melamar)Alfira. farhan langsung menyetujuinya. ilham juga tidak lupa untuk singgah ketoko mas untuk membelikan Alfira cincin sebagai bentuk keseriusannya pada Alfira. kemudian ilham juga tidak lupa membelikan hadiah untuk Alfira. ilham benar-benar sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Alfira. ia ingin segera meminta maaf padanya.

Tak lama kemudian ilham dan farhan pun sampai didepan rumah Alfira. tetapi aneh,hari minggu seperti ini mengapa rumah Alfira sangat sepi. Padahal Alfira tidak pernah pergi kemana-mana jika hari libur. Pintu rumah Alfira sedikit terbuka. Namun sudah berulang kali ilham dan farhan mengetuk pintu dan mengucap salam tetapi tidak ada juga yang menyahut. Akhirnya farhan mengajak ilham untuk menerobos masuk kedalam,dan betapa terkejutnya mereka mendapati Alfira yang sudah terbujur kaku dilantai,sekujur tubuhnya terasa sangat dingin. Mereka panik,farhan memeriksa denyut jantung dan nadinya. Dan akhirnya mereka sama-sama mengucapkan kalimat istirja’ “innalillahiwainnailaihirojiun” Alfira telah pergi untuk selamanya. ilham sangat terpukul dengan kenyataan itu. tiba-tiba dunia terasa gelap baginya.

Selesai,di Pematang Kerasaan Kec. Bandar Kab. Simalungun SUMUT
Sabtu 20 Desember 2008, Pukul 23 47 malam.

Alhamdulillah wassalatu wassalamu ‘ala rasulillah.

Tag:, ,

About SMK Widya Karya Balai Jaya

Bersama Menuju Masa Depan Kita Bisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Catatan kecil hendri

Blog ini akan segera di hapus , kunjungi website baru kami di http://hendri.wc.lt

Irfan Handi

Hanya Ingin Berbagi

KKPI SMK Gondang

Menuju Perubahan Yang Lebih Baik

:: tukangcoret ::

Mencoret Lebih Mulia Dari Pada Melamun

Jhonwilson's Tambunan

Just another WordPress.com site

Panduan Tidak Resmi Wordpress.com

Ini dibuat untuk membantu blogger pemula di wordpress.com

CrCn Blogs

Education, News, Politics, download, Tips & Tricks, Other

Akimlinovsisa's W.P

"Bekerja cerdaslah daripada bekerja keras" "Senjata yang paling ampuh dalam hidup ini adalah SOPAN SANTUN"

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: